Ketidakadilan Narator Program Dokumenter

BUDAYA2 Dilihat
banner 468x60

Paling sebel saat nonton film dokumenter terutama soal sejarah dan membahas bangunan megalitik yang masif, naratornya ngomong gini: “Tak mungkin membuat karya sehebat dan sehalus ini, karena dibutuhkan waktu 10 tahun dan 1000 pekerja”.

Lho, kenapa engga mungkin? Zaman dulu memang kekuatan manusia ada pada waktu dan pada manualitas atau kekuatan tangan manusia dikombinasikan dengan kekuatan pikiran plus dedikasi para pekerja atau sebutlah para budak (tapi di Nusantara, sebelum masuknya agama dengan sistem kasta, prinsipnya gotong royong).

banner 336x280

Itulah kenapa, seiring waktu mereka handal, mereka menempa batu dan sang waktu menempa mereka yang menurut mereka tak mungkin adalah karena mereka tak adil pada cara berpikir bahwa semua harus dilakukan dalam hitungan bulan, memangnya proyek apbn dan proyek saudagar?

Proyek – proyek kolosal para raja-raja Sundaland, firaun Mesir, kaisar Romawi itu bukan untuk investasi balik modal, mereka bikin proyek untuk mengangkat citra , atau bahasa kerennya: image, juga untuk memuja Tuhan yang mereka punya, bahkan ada yang untuk mengangkat diri mereka sendiri menjadi sang Tuhan. Butuh waktu 30 tahun untuk membangun pun gaaas!

Jangan terus bikin narasi: “teknologi memotong batu secara presisi begini, zaman segitu harusnya belum eksis,” lalu menyimpulkan : pasti kerjaan kebudayaan luar (mendorong penonton untuk mengarah pada karya alien). Padahal setelah diteliti, manusia dan peradsban purba sudah bisa memotong granit dengan menggunakan pasir, digesek perlahan, memang butuh waktu bulanan, tapi bisa! Jadi jangan mengharap ini bikinan alien. Ini Made ih Mesir. Huh, jambu!

Ilustrasi : seorang firaun mesir wanita dengan prototype airpod.. eh hiasan telinga dari emas.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *